Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
"Dengar dulu, Dea. Kita ini praktisi hukum. Kita tahu hukum positif itu kaku, terikat pasal-pasal dan ayat-ayat, tapi realita di lapangan, di kehidupan nyata, seringkali melampaui aturan tertulis. Apalagi kasus kita ini, aduh."
"Apanya yang 'aduh'? Kau bahkan menyebut istilah 'poliamori' di tengah ancaman pembunuhan, penipuan, dan... kau tahu lah, segala keruwetan ini! Pikiran siapa yang bisa jernih memprosesnya?!" Aradea setengah berteriak, suaranya tertahan karena tidak ingin menjadi pusat perhatian di McDonald’s dini hari ini. Tangannya menggebrak meja, tapi cuma menghasilkan bunyi tek yang nyaris tak terdengar.
Hot Chapters