Bayang Pedang Cahaya Bulan
Ia justru masih berdiri dua puluh langkah di belakang, di antara bebatuan besar yang berserakan di mulut lembah, dikelilingi tujuh pengawal setia, sementara di ujung lembah yang gelap, titik cahaya obor musuh mulai bermunculan satu demi satu, seolah malam itu sendiri sedang menyalakan lentera kematian.
Nenek Yue tidak bergerak dari tempatnya. Tongkat kayunya kini tertancap tegak di tanah, dan tangan kanannya perlahan terangkat, jari-jarinya membentuk sikap tangan yang hanya dikenal oleh mereka yang pernah mempelajari ilmu turun temurun Sekte Bulan Sabit, telapak menghadap ke atas seperti menampung cahaya bulan yang tak pernah muncul malam ini.