Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERNYATA AKU YANG KEDUA

TERNYATA AKU YANG KEDUA

"Ah Mas hentikan sudah cukup gumam Leona sambil menahan sesuatu yang bergejolak di perutnya. Selesai membuat tanda kepemilikan, kepala Ferdy mulai turun dan kini berada di tengah-tengah kedua bukit kembar Leona. Salah satu tangannya belum berhenti meremas bukitnya. Lalu perlahan Ferdy mendekati bukit di sebelah kanan Leona dan mulai menghisap puting kecil berwarna coklat muda itu. Sungguh hisapan pertama membuat Leona lupa akan dirinya tengah berada di dalam bathtub yang berisi air hangat. Leona mendesah hebat di kamar mandi sebab Ferdy juga menghisap bukit kembarnya dengan lembut sampai Leona merasakan kenikmatan lain di bagian dadanya.
6.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Terlihat leher Kevin yang sudah mulai tergores dan berdarah. Kevin menangis sembari meminta maaf atas perbuatannya. Akan tetapi sudah terlambat, arwah pendendam sangat lah berbahaya, apalagi sosok kuntilanak merah itu memburu para laki-laki. Lestari terpental begitu keras, dan kini sosok kuntilanak merah atau mentari yang terlihat mencekik Kevin. Mentari melempar tubuh Kevin keluar jendela.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
DERREL

DERREL

Perlahan air matanya luruh begitu saja namun ia langsung buru-buru menghapus air matanya "Melody gak usah inget tadi malem lagi. Lupain semua perkataan Derrel. Dia gak sadar Melody. Dia lagi mabuk. Jadi maafin dia ya. Semangat Melody." Ujar Melody mencoba menyemangati dirinya sendiri. Melody melanjutkan sarapannya kembali. Setelahnya ia pergi ke toilet untuk membersihkan badannya. Lalu begitu selesai ia menuju meja riasnya memakai skincare rutin tiap pagi. Melody tertegun melihat lehernya lebam. "Ini kenapa?kebentur?" Melody mencoba menyentuh lebam di lehernya itu. Namun, ia tidak merasakan sakit.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 217 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

Sementara Hasan, dengan sabar, membantu menyuapi bubur yang sudah hampir dingin. “Sedikit lagi, Den. Biar kuat ya,” ucap Hasan pelan. Deni menatapnya dan mencoba tersenyum, tapi bibirnya hanya bergetar. Dalam diam, ia menahan sesuatu di tenggorokannya, bukan sakit, tapi ingin menyampaikan sesuatu. Hasan menatap Qale sekilas, lalu berkata pelan saat putrinya mengangguk. “Tadi Lea kirim pesan. Katanya… dia rindu.”
103.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 83 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

sahutku. "Nenek ada punya teman, cucunya cantik, namanya Leha." "Hmm." "Besok Nenek kenalin ya, kalau cocok, langsung kita lamar!" ucap Nenek, dengan wajah berbinar dan bersemangat. "Hmm, terserah Nenek saja!" sahutku, sambil menatap rekapan penjualan dan pengeluaran usahaku yang mulai berjalan di Desa ini.
1024.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 644 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

“Ustaz… saya harus bicara serius. Ada kemungkinan besar Aisha menderita leukemia.” Zidan memejamkan mata sesaat. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Beberapa jam kemudian, Salma duduk di ruang rapat kecil bersama Zidan. Ia memaparkan protokol terapi standar untuk leukemia akut: kemoterapi, transfusi berkala, dan pemantauan ketat.
778 viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
Lenyap Bersama Kenangan

Lenyap Bersama Kenangan

Aku ingat waktu itu, dia berangkat jam empat pagi dari rumah. Aku demam dan terbaring lemah, samar-samar mendengar dia pergi dengan gerakan hati-hati agar tak membangunkanku. Aku tertidur seharian penuh, barulah tengah malam aku mendengar pintu dibuka. Ridho pulang dalam keadaan penuh keringat, celana di bagian lututnya juga sobek. “Lovina,” panggilnya sambil berlutut di samping ranjang, mengeluarkan sebuah kotak kayu cendana dari pelukannya, dia melanjutkan, “Aku minta liontin jimat ini untukmu.”
14.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 364 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
Sentuhan Panas Suami Dingin

Sentuhan Panas Suami Dingin

' batin Lea, buru-buru melihat jajaran gelang yang diperlihatkan pada mereka–hanya pengalihan agar Haiden tidak menyadari matanya yang telah basah. 'Dedemit-mu ini memang cengeng, Bang. Tapi … emang bukan jodoh.' batin Lea lagi. Dia menarik senyuman lebar, berupaya kuat ditengah-tengah rasa sesak dan sakit yang melanda.
9.71.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 39.5K Beses bilang leher berdenyut
Ipakita ang mga Review (99)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe reiga dingin tapi nggak terima zeia udah punya pacar yaa...... seruuu banget kak cacaa🫰🏻
Basahin ang Lahat ng Review
Pernikahan Kontrak Sang Pewaris

Pernikahan Kontrak Sang Pewaris

Ia memindai dari atas ke bawah. Satu detik. Dua detik. …Sepuluh detik. Sudut bibirnya mulai naik. Tanda bahaya level merah. “Lea… itu sandal atau anak hamster yang kamu injak?” Lea menutup wajah dengan kedua tangan. “Jer, ini bukan waktu bercanda! Kenapa kamu nggak bilang kalau aku keluar pakai sandal bulu dan CELANA TIDUR?!”
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

“Kalau begitu mari mulai operasinya.” “Baik, Dok.” Akh .... Derren memelototkan matanya pada Lea yang baru saja menutup perban dengan sedikit kasar—karena ia sengaja menekan bagian yang terluka dengan kencang. “Kau masih punya dendam padaku ya?!” Derren menatap sinis. Namun lawan bicaranya hanya memandang datar dan tak menghiraukannya. “Karena sudah selesai, aku akan pergi.”
9.613.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 387 Beses bilang leher berdenyut
Read
+Library
PREV
123
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status