Pengantin Dadakan
“Lima, empat, tiga, dua, satu, waktu habis.”
Aku dan Bang Ale sama-sama menaikkan dua tangan. Duh, jadi nostalgia saat lomba masak dengan chef lain demi sertif internasional.
Aku lihat hidangan si le minerale, nasi goreng biasa aja. Cuman pakai orak-arik telor, daun kol, sama telor mata sapi. Nggak ada yang istimewa. Hiasan juga nggak ada. Halah, PD banget aku sama rasa masakanku.
Hot Chapters