Life Hates Me
Aku memalingkan pandanganku darinya karena takut melihat ekspresi apa yang terpasang pada wajahnya saat ini.
"Namun, itu sudah tidak penting lagi karena sekarang, yang penting kamu masih hidup," lanjut mama.
Air mataku mulai bercucuran lagi setelah mendengar perkataannya. Aku menyeka air mataku menggunakan tangan kananku yang tersambung dengan selang infus. 'Apa yang mama katakan itu benar, yang terpenting sekarang adalah bahwa aku masih hidup.'
Padahal, sesaat yang lalu aku sudah kehilangan keinginan untuk hidup dan nekat bunuh diri dengan melompat dari atap sekolah. Sekarang aku malah kembali ingin hidup dan menyesali perbuatan bodohku.
Hot Chapters