Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

“Kenapa ya, kok aku baru bertemu kamu sekarang? Aku baru tahu, di Big Land, ada wanita semanis kamu.” Lagi, Asti tidak bisa lagi menyembunyikan wajahnya yang memerah, malu. Dia tertunduk, berusaha menahan senyum. Aditya masih terus menatap Asti, dengan senyuman tanpa henti. “Pak,” ucap Asti, sambil menunjukkan waktu di jam tangannya. Aditya menarik napas, kecewa. “Ternyata sejam terlalu singkat.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Dark Life

Dark Life

Kekuatan yang hampir seimbang tersebut, membuat mereka tidak dapat saling menguasai. “Jack, kita harus gimana?” tanya Gley sembari meremas ujung bajunya. Ia tampak ketakutan saat ini. Jack hanya mampu menenangkannya sembari mengucapkan kata-kata penghiburan, tetapi ia tidak mampu menjanjikan apa pun pada Gley. Selama ini, ia saja hidup di bawah garis kemiskinan, kerap kali menahan kelaparan, tentu dia tidak sanggup menghidupi Gley bersamanya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Hello, Real Life

Hello, Real Life

Enzi dan Gilbert yang tidak mengetahui apa yang tengah mereka bahas pun lebih memilih untuk pergi dari sana dan mengikuti arah ke mana Adelio pergi. Waktu bergulir dengan cepat, tepat jam delapan malam acara puncak dimulai. Ada pesta dansa juga yang menjadi salah satu inti dari acara ini. Alicia memilih untuk berpasangan dengan Felix, Nara dengan Rio dan Adelio dengan Letta.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Menikmati Momen Ini

Biarkan Aku Menikmati Momen Ini

Saat menelepon Edy untuk mengecek keberadaannya, ternyata gadis muda di sampingnya sedang tidak mau diam. “Rancangan pernikahannya sudah dikirim ke emailmu. Asistenmu bilang sampai sekarang belum diterima.” “Kamu ... sedang apa?” Tiba-tiba, terdengar suara gesekan kain dari seberang telepon. Gadis itu sengaja menggodanya dari bawah, Edy mendengus pelan dan nyaris tidak mampu menahan diri. “Sedang berolahraga.” “Anak baik, nanti saja bahas soal pernikahannya.” Setelah menutup telepon, aku terdiam cukup lama sebelum akhirnya membalas email yang sudah menunggu selama seminggu. Yang Edy tidak tahu adalah…. Tidak akan ada kata “nanti” lagi. Tanggal pernikahanku dimajukan.
588 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Live with the CEO

Live with the CEO

ucap Riana. Deva diam sejenak saling tatap dengan Griffin. "Aku minta maaf," ujar Aira. "Deva, kali ini terima permintaan maaf Aira. Aku juga salah, maafkan aku. Kita berempat bisa berteman menunggu Griffin ingat semuanya," desak Riana. "Kalian pernah dengar acara One Game di saluran radio 8.99?" Mereka mengerutkan dahi Deva beralih topik.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

AIRÉLLE : Puzzle of Fantasy World

𝗔𝗶𝗿𝗲́𝗹𝗹𝗲 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗺𝗼𝗿𝗳𝗶 : | Me too ﹫𝙎𝙚𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙃𝙚𝙡𝙚𝙣 𝗖𝗵𝗲𝗹𝘀𝗲𝗮 𝗥𝗼𝘅𝗲𝗻𝗮 : | Don't forget to come at 7 pm today. You won't get the cake if you're late, hahaha
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Life Must Go On

Life Must Go On

Kata dika Audrey hanya memasang tampang tidak peduli disana. “Gue mah bodo amat.” Ucap Audrey “Udah yah. Jangan lupa live acara lamaran. Gue juga mau liat. Okey?” ujar Audrey sebelum menutup panggilan video mereka. “Tap-“ Belum sempat dika menyela, Audrey lebih dulu mematikan panggilan mereka. “Dasar!” kesal dika
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Living With You

Living With You

Jelas saja ia tidak diperbolehkan masuk. Noah merasakan ponselnya bergetar di saku celananya, dengan cepat ia mengeluarkan benda pipih itu. Sebuah pesan dari sang Mama yang menanyakan di mana ia berada. Dengan cepat Noah membalas ia berada di operasi di lantai lima. Lima menit kemudian Aidan dan Liana datang dengan napas putus-putus karena berjalan dengan cepat, bahkan bisa dikatakan berlari kecil.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ia juga melihat beberapa orang yang berjalan santai dengan pandangan mata tak lepas dari ponsel. Sasya hanya menatap datar orang-orang tersebut. Tak sedikit pun senyum terlukis di wajah cantiknya. Tak ingin berlama-lama, ia segera memasuki lapangan yang hampir dipenuhi oleh para peserta MPLS itu. "Ehm ... selamat pagi!" sapa Ari yang tengah menggenggam mikrofon. Seketika, para peserta memusatkan pandangannya pada pria yang berdiri membelakangi tiang bendera itu.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Life or Not

Life or Not

Malam hari di pusat kota Domino. Penuh dengan keramaian membuat suasana terasa hangat di bawah bintang yang menghiasi gelapnya malam. Tepat di sebuah apartemen milik seorang pria di sana dirinya tengah bertelepon dengan seseorang dalam percakapnnya terdengar begitu santai. “Kau yakin?” “Benar dia sendiri yang mengatakannya. Kau tidak percaya?”
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai live at the moment
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status