Selir Yang Terlupakan
"Untuk gelang ini? Hanya lima koin perak, sayang. Peraknya murni, batu pirusnya pun asli dari tambang utara."
Hati Hongwu mencelos seketika. Lima koin perak adalah jumlah yang sangat besar bagi rakyat biasa—uang itu cukup untuk memberi makan satu keluarga beranggotakan lima orang selama satu bulan penuh. Ia merogoh kantongnya secara naluriah, jari-jarinya menyentuh tumpukan koin yang ia bawa dengan hati-hati sejak kemarin malam.
"Lima koin perak?" gumamnya pelan namun tegas, lalu melangkah maju berdiri di sampingku. "Itu harga yang terlalu tinggi untuk pasar pinggiran seperti ini, bukan Nek?"