Tulang Rusuk
jawabnya sambil mengusap punggungku yang gemetaran.
Aku mendorong dadanya menjauh, menatap manik legamnya dengan rasa amarah yang menggila.
"Ini bukan pilihan, Mas! Ini bukan pilihan! Tidak ada sisa pilihan mana yang harus kupilih. Aku ingin memilih–, Zea ingin memilih–" Aku tersedu, Mas Abi mengusap air mataku yang terus berjatuhan.
"Kita memang tidak memiliki pilihan. Satu pun. Untuk itu, kita harus mengambil apa yang masih tersisa, lakukan yang terbaik dan rida, ikhlas ...." Aku menggeleng kepala kuat.
인기 회차