SUMPAH PELAKOR
Rusyana duduk kembali, menyalakan tablet dan mulai mengetik memo pribadi, lalu ia menekan tombol interkom dan meminta Amara masuk.
“Kalau Darmadi tahu dan membiarkan sirkus ini terus berlangsung, maka dia entah bodoh atau tolol. Bagaimanapun, aku sudah selesai berpura-pura menjadi istri elegan sementara mereka bermain rumah-rumahan dengan orang asing.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan satu kalimat terakhir.
“Anita may sell beauty, but her soul is bankrupt.”