Kalimat itu langsung bikin aku mikir soal nuansa bahasa yang susah diterjemahkan pakai satu baris saja. Kalau dilihat kata per kata, 'Allah bangkit, bersoraklah' paling gampang diterjemahkan ke bahasa Inggris jadi 'God has risen, rejoice!' atau 'God is risen; shout for joy!'. Di sini 'bangkit' bisa dibaca sebagai tindakan yang sudah terjadi (has risen) atau sebagai seruan agar bangkit (arise), tergantung konteks lagu atau teksnya, sementara 'bersoraklah' jelas bentuk ajakan/imperatif: 'rejoice' atau 'shout for joy'.
Kalau aku harus memilih versi yang enak buat lirik berbahasa Inggris, aku cenderung pilih 'God has risen, rejoice!' karena terasa puitis dan pas untuk chorus yang mengajak pendengar merayakan. Alternatif yang lebih dramatis adalah 'Arise, O God — let us shout for joy!', tapi itu mengubah makna sedikit jadi seolah-olah memerintah Tuhan untuk bangkit, bukan merayakan kebangkitan-Nya. Jadi penting tahu konteks aslinya: apakah dimaksudkan sebagai pernyataan (Telah bangkit) atau seruan (Bangkitlah).
Secara pribadi, kalau kamu mau terjemahan buat subtitle atau cover lagu, saranku pilih satu versi dan konsisten sepanjang terjemahan supaya nuansa lagu tetap utuh. Aku suka yang singkat dan kuat: 'God has risen; rejoice!' — terdengar alami dan tetap menghormati maknanya.