Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bermain Api dengan Adik Iparku

Bermain Api dengan Adik Iparku

Saat merasakan sedikit rasa asin di sudut mulutku, aku berkedip dan melihat ke langit sambil berkata, "Kamu suka laut, 'kan? Aku akan memberimu pemakaman di laut." Aku duduk di sebelah istriku sambil bergumam lembut, seolah-olah sedang membisikkan rahasia kepadanya. Pemakaman di laut berjalan lancar sesuai rencana. Aku bahkan tidak menyimpan kotak kecil berisi abunya. "Nggak perlu. Aku nggak membutuhkannya," kataku pada diri sendiri. "Dia nggak akan suka berada di ruang sempit .... Laut lebih baik. Dia bisa merasa bebas."
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar

Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar

Pada Malam Tahun Baru, kembang api yang dinyalakan di desa menerangi separuh langit dengan cahaya merah. Namun, suamiku dan kakak iparku tiba-tiba menghilang bersamaan. Beberapa baris komentar mendadak melayang di depan mataku. [Suaminya bahkan memanfaatkan suara petasan untuk bercinta di tumpukan jerami dan istri sahnya masih sempat melihat kembang api!] [Kakak ipar bahkan sudah melepas jaket tebalnya, dan hanya tersisa pakaian dalam berenda yang langsung menempel di tubuh? Harus diakui, cukup menggoda ….] [Aaaah, seru sekali! Berselingkuh di tumpukan jerami di kampung halaman, cinta terlarang macam apa ini!] Aku berbalik dan berjalan menuju halaman belakang. Benar saja, aku pun mendengar s
877 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Diabaikan Kekasih, Dimanja CEO

Diabaikan Kekasih, Dimanja CEO

"Jev, tidak bisakah kau libatkan aku nanti? Aku pun ingin menjadi orang terdepan mendukungmu." "Kepercayaan di atas segalanya. Kepercayaan kadang seperti menggenggam bara api. Jika tetap kau pegang, dirimu terbakar. Jika kau lepaskan, dirimu selamat, aku yang terbakar. Tapi aku tidak akan menyalahkanmu jika memilih melepaskan bara apa itu." "Kenapa terdengar berat sekali."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Api kecil berwarna merah tua muncul, berputar tenang di atasnya, padat dan berat. “Aku tidak peduli,” katanya dingin. “Jika ada yang menghalangi—” Api itu mengepul sedikit. “—Aku akan menghancurkannya.” Ia menatap Lava Maw. “Berubah!” Api di ekor Lava Maw langsung menyala liar. “Baik, Tuan.” Tanah di sekitar mereka bergetar.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
KSATRIA API PHOENIX

KSATRIA API PHOENIX

Sang Kaisar tersenyum dingin, menyesuaikan jubahnya, dan berkata pelan, "Semua berpuncak pada satu hal — siapa yang lebih dulu menguasai api ini." _____________ Malam sudah larut ketika api unggun di pinggir jalan setapak menyala dengan lembut, menebarkan kehangatan dan cahaya temaram yang memecah kegelapan hutan. Di sekelilingnya, bayangan pepohonan berdansa mengikuti gerak api yang bergerak menari-nari. Udara dingin terasa menampar kulit, namun di antara kedua pejuang muda itu, rasa sulit diceritakan mengalir dalam gelak tawa kecil, bisik harapan, dan tekad membara.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Api itu tidak hanya membakar, tapi juga memurnikan. Cat minyak di atas kanvas itu meleleh dan mendesis. Wajah wanita yang bersedih itu seolah tersenyum sesaat di tengah kobaran api, sebelum akhirnya lenyap menjadi abu. Di ambang pintu, sosok hitam itu menjerit. Kali ini adalah jeritan yang sesungguhnya, sebuah raungan mengerikan yang dipenuhi oleh rasa sakit dan keterkejutan. Tubuh asapnya bergolak liar, ditarik paksa ke arah api yang berkobar. Ia mencoba melawan, cakarnya mencakar-cakar kusen pintu, namun tarikan itu terlalu kuat.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
TULANG SUCI NAGA ABADI

TULANG SUCI NAGA ABADI

Aura seketika menegang. Liam tersenyum bengis. Tangannya terangkat, dan dari telapaknya, api putih menyala tajam mengerikan dan menyengat. “Rupanya kau sudah menembus Taraf Dua, Han Mimi.” Ia tertawa rendah. “Tapi apa kau pikir api kecilmu itu bisa menandingi Api Piton Tulang Nerakaku?”
1015.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ombak-ombak kecil menjilat-jilat pasir dengan agresif, lidah-lidah air asin yang lapar ingin merangkak lebih jauh untuk memadamkan percikan harapan Radit. “Lo mau main-main, hah?!” bentak Radit ke arah lautan, frustrasi dan ketakutan membuatnya nekat. “Gue di sini karena diundang! Bukan buat cari gara-gara!” Ia mencoba lagi, kali ini melindungi percikan api dengan tubuhnya, membentuk sebuah benteng dari daging dan tulang. Setelah perjuangan yang terasa seperti selamanya, api akhirnya menyala. Apinya aneh, tidak berwarna jingga atau merah, melainkan biru pucat, menari-nari dengan gelisah seolah ketakutan.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Surti mampir sebentar di kedai kopi pinggir jalan untuk melepas lelah. “Mbak, minta kopi panasnya satu, ya!” Surti menjatuhkan bobotnya pada kursi kayu di depannya. “Dari mana, Bude? Kok terlihat capek sekali” tanya pemilik kedai sambil menyuguhkan kopi pesanan Surti. “Emh, ini Saya mau cari jodoh untuk anak saya,” ungkap Surti berbohong. “Jodoh? Memangnya belum punya pacar?” pemilik kedai itu penasaran.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

ucap bibi Nilam sambil membelai kepala Edel dalam dekapannya. Tangisan Edel kembali pecah di dalam pelukan bibi Nilam. Bayang - bayang lelaki gay itu terus berputar di kepalanya. Membuat dirinya merasa mual dan enak melihatnya. " B-bibi.... E-edel sudah tidak suci lagi...... " ucap Edek terputus - putus sangking sesak hatinya. " Bagaimana kalo nanti Edel hamil bibi ? "
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai lirik bertaruh pada api
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status