Hati yang Kau Sakiti
Ia menatap Arka, berharap menemukan sedikit saja sisa cinta di sana.
"Lihat aku, Mas!" gumam Kiran, suaranya hampir tidak terdengar. "Lihat aku sekali saja! Apa sudah tidak ada sedikit saja cinta yang tersisa di antara kita? Apa nalurimu mengatakan bahwa aku berbohong? Apa aku tidak pernah cukup baik untukmu?" Air mata mulai mengalir deras dari sudut matanya, jatuh menggelinding membasahi bibir Kiran yang tipis, sampai menyatu dengan rasa pahit yang ada di dalam hatinya.
Arka masih terdiam, seolah membeku dalam dunianya sendiri. Ia seperti es yang berada di kutub utara, tak terjangkau oleh kehangatan atau cinta yang masih dimiliki oleh Kiran.