Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kakak Ipar yang Meresahkan

Kakak Ipar yang Meresahkan

Senyum tipis yang tersisa di bibirnya kini berubah getir. “Baiklah,” ucap Clarissa lirih, lalu berdiri dengan elegan meski hatinya berantakan. “Kalau memang kamu tidak bisa melihat aku, maka aku akan pastikan suatu saat nanti, kamu sendiri yang menoleh kembali padaku, Leo.” Zephyr tidak bergeming, hanya menatap ke arah jendela dengan wajah tegang. Dalam kepalanya, hanya ada satu nama yaitu Aurelyn.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
First Love

First Love

Get up and go Take a chance and be strong, Or you could spend your whole life holding on, Clara memejamkan matanya khidmat menghayati lirik yang dinyanyikan vokalis band Boys Like Girls itu. Don't look back just go. Take a breath move along, Or you could spend your whole life holding on, Clara setuju dengan lirik itu. Maju atau bertahan. Hal apapun tidak selalu mudah jalannya dan Clara paham akan itu.
9.612.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan CEO

Pesona Istri Dadakan CEO

Clair melepas gelas kristal itu ke atas meja. “Sabar! Tidak semudah itu karena mereka saling menyukai,” sahut seseorang itu lagi. Clair melangkah menuju jendela yang terbuka. Ia membiarkan dirinya diterpa angin musim gugur yang terasa menusuk. Wanita itu mengepalkan tangan membuat urat-uratnya terlihat. “Lionel tidak bisa lagi diandalkan. Aku jamin setelah ini Al memberi hukuman seberat-beratnya. Lalu kita harus apa Mitha?! Katakan harus apa?!” teriak Clair.
9.949.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Bidadari Spesial

Bidadari Spesial

pinta Satya lembut. "Aku akan berikan semua apa yang kamu inginkan!" Satya masih merayu Clarissa dengan suara lembut. "Hmmmh!" Clarissa membuang napas dan kemudian meneteskan air mata. "Aku benci kamu!" kata Clarissa dengan menunjuk ke arah Satya. Berlahan Hilya mendekat menjejeri Satya, yang berusaha menghampiri Clarissa. "Clarissa!" Hilya terdengar memanggil Clarisa dengan suara lantang.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Terjebak di Ranjang CEO Kembar

Terjebak di Ranjang CEO Kembar

Luna dan Sky berdiri berdampingan, keduanya terpukau. Stefhani terus bermain, membiarkan musiknya berbicara. Clair de Lune—bulan yang jernih—melodi yang bicara tentang kerinduan, tentang keindahan yang hanya bisa dilihat dalam kesunyian malam. Saat ia mencapai bagian klimaks, jari-jarinya bergerak lebih cepat, lebih intens—menuangkan semua emosi yang ia pendam. Tentang cinta yang tidak bisa diungkapkan. Tentang masa lalu yang hilang. Tentang identitas yang tersembunyi. Tentang hati yang terluka.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

keluh Arsen. Claire tertawa kecil melihat cara pria itu mengucapkan kata-kata yang sepertinya pernah didengarnya. “Ah, lebih baik kau langsung saja mendengarkannya. Jujur saja, aku sendiri langsung merasa aneh saat mendengarnya tadi. Rasanya merinding, namun juga menggetarkan hati. Aku tidak tahu apa arti dari lagu ini, tapi dari sepenggal lirik berbahasa Inggris yang kudengar, sepertinya ini lagu untuk memuja seseorang yang begitu hebat. Seseorang yang menyampaikan pesan yang mulia, yang membawa cahaya dan kedamaian lewat bimbingannya.” Arsen menyentuh layar ponselnya untuk mencari lagu yang tadi diputarnya. “Lagu ini jauh lebih hebat daripada lagu-lagu cinta picisan yang bertebaran di luar
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

Bertransmigrasi Menjadi Tokoh Utama Novel Tragedi

’ ​Kata-kata Lily di hari itu tiba-tiba terngiang kembali di kepalanya, berputar seperti kaset rusak yang memekakkan telinga. ​"Sialan," umpat Clarissa lirih. Napasnya memburu. Detak jantungnya berpacu cepat, bukan karena takut, melainkan karena gelombang amarah yang perlahan membakar dadanya. Elena yang berada di dalam tubuh Clarissa tahu betul bagaimana cara kerja orang-orang toksik di kediaman ini. Anna tidak akan segan menyentuh satu-satunya orang yang berharga bagi Clarissa untuk menjatuhkan mentalnya.
10461 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Better Without You

Better Without You

I admit that I was wrong It should've been you all along Turns out I can't go on But the blame's on both of us It should've been you all along But we always get it wrong Turns out it was both our fault 'Cause the blame's on both, on the both of us Seketika kami pun menyanyikan penggalan lirik lagu Both of Us – Yellow Claw yang dimainkan oleh DJ. Dentuman suara musiknya yang keras ditambah dengan bunyi ombak di pantai ini memang sangat merubah mood-ku. Ditambah lagi dengan suasana sejuknya malam hari ditemani dengan bintang-bintang yang menghiasi langit memang sangat sempurna. “Laila you can’t believe this.” Ucap April menarik tanganku saat aku tengah menikmati musik bersama Dina dan Aurora.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

Clarissa lantas berteriak seperti ini: “Mas, tolong jangan tinggalkan aku! Aku lagi hamil. Kamu tega meninggalkan istrimu demi seorang jand4? Padahal aku telah memberikan segalanya selama ini padamu.” Clarissa bersujud di kaki Lingga. Mendengar perkataan istrinya, Lingga sangat terkejut. Dia juga mencoba melepaskan pegangan tangan Clarissa di kakinya. Tapi Clarissa terus menangis dan meracau. Sukses sudah sandiwaranya saat ini. Orang-orang mulai menatap Lingga dengan tatapan sinis dan jij1k. Seolah Lingga adalah lelaki tak tahu diri dan benalu.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Tapi senyum jahil yang biasa dia berikan padaku. Dia memberi isyarat tangan: Sini. Aku ragu sejenak, tapi kakiku melangkah keluar dari bayangan. Aku berjalan menaiki tangga panggung, mendekatinya. "Ada apa, Kak? Mic-nya mati?" tanyaku formal. "Bukan," Clarissa merapikan tali toganya. "Hanya ingin memastikan Ketua Panitia tidak mati kebosanan di pojok sana."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai lirik clarity
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status