PUTRI YANG TERTUKAR
“Aku di sini. Pegang aku. Cakar aku kalau perlu. Jangan… pergi, Sayang,”
Clarissa terdiam sesaat. Napasnya terengah, matanya berkaca-kaca. “Kau… benar-benar menyebalkan,” katanya lirih, lalu kembali mengejan. Sungguh, ternyata semenyakitkan itu melahirkan.
Beberapa detik yang terasa seperti selamanya berlalu, hingga akhirnya … sebuah tangisan nyaring memenuhi ruangan.