Gairah yang Terpendam
Rosa melotot tak percaya, tapi wanita itu menutup pintu rumahnya dan duduk di boncengan belakang.
"Pelan-pelan, Bik!"
"Sip," jawab Surti sambil mengacungkan jempolnya.
Surti mulai mengayuhkan sepedanya secara perlahan. Melewati jalanan setapak yang sepi, pencahayaan lampu yang minim membuat sedikit kesenangan.
“Mari, Non!” ajak Surti setelah menyandarkan sepeda ontelnya di dalam garasi.
Rosa mengikuti langkah Surti yang berada di bawah tanah. Wanita berjalan sambil mengusap sedikit yang basah karena gerimis yang tiada henti saat menuju rumah besar itu.
Bab Populer