EUFORIA
“Lo akan terluka kalau hidup sama gue, Glad. Gue punya kehidupan yang nggak waras. Gue ada di kegelapan, sedangkan lo adalah bidadari yang sangat suci.”
Gladis menggeleng beberapa kali. Wangi napasnya yang begitu kusuka, menderu dengan begitu jelas, tercium oleh hidungku dan masuk ke rongga pernapasan.
Secara langsung, kami telah berbagi napas. Meski kuyakin, napasnya tak akan bisa bersatu dengan milikku.
“Nggak, Adrian. Aku rela jadi nggak suci lagi cuma buat kamu. Kamu boleh melakukan apa pun sama tubuhku. Kalau itu kamu, aku nggak keberatan sama sekali.”
Bab Populer