Tulang Rusuk
Pada ketukan ketiga daun pintu terbuka pelan, suasana di dalam kamar terdengar cukup bising dengan suara pemutar kepingan cakram bervolume sedang, alunan merdu pembacaan Maulid Diya'ul Lami' terdengar syahdu bagi penikmatnya.
Aku tidak sedang menikmati itu. Otakku tumpul, telingaku berdengung, di jantung rasanya seperti ribuan paku menancap.
"Sudah dengar kabarkah, Bu? Ning Zea sama Gus Habibi, kan, berencana sowan (bertamu) ke Habib Solo. Habib Novel itu, lho." Suara Mbak Nunik seketika berputar kembali, memori ketika kami sedang leyeh-leyeh (bersantai) di teras belakang siang tadi. Saat Mas Habibi bilang kalau dia akan pergi mengajak istri pertamanya itu jalan-jalan. Katanya, ‘dia’ butuh u
Hot Chapters