Dua Wajah Satu Hati
"Nggak cuma itu, Vanilla. Aku bener-bener mau lindungin kamu, kayak yang udah aku bilang sebelumnya. Aku merasa kalau kita nikah, itu bakal jadi hal terbaik buat kita berdua. Aku juga akan mendukung restoran kamu, aku tau restoran kamu terancam bangkrut, Vanilla."
Vanilla terdiam sejenak, tampak berpikir semua yang baru saja kuucapkan. "Matcha, tapi menurut aku ini terlalu terburu-buru? Aku baru aja cerai, enggak lucu banget kalau langsung nikah lagi. Aku harus pikir-pikir lagi" usulnya.
Wajahku menunjukkan rasa lega. "Aku mohon, Vanilla, pernikahan ini akan saling menguntungkan buat kita loh."
Hot Chapters