Biarlah Kenangan Masa Lalu Menjadi Buah Waktu
Isabel berjalan mendekat, membuang cangkir itu ke tempat sampah, lalu mengeluarkan catatan tempel dari tasnya dan menuliskan satu baris kalimat.
[Haikal, seperti yang kamu inginkan, mari kita putus. Kamu bebas sekarang.]
Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan kalimat lain.
[Semoga kamu dan Silvana hidup bahagia selamanya.]
Setelah selesai menulis, dia menempelkan catatan tempel itu di kulkas, menyeret kopernya, dan pergi tanpa menoleh ke belakang.
Dalam perjalanan ke bandara, ponselnya berdering lagi.