Cinta Cita
“Kamu adekku, jadi nggak usah mikir yang lain. Dan aku tekankan, posisi kita sama. Sama-sama anak papa. Jadi, mulai sekarang buang jauh pemikiran yang seperti itu. Ngerti?”
Tangan Kasih terulur untuk menggenggam tangan Cita. “Kamu itu Cita Lukito. Anak Harry Lukito. Kita clear sampe sini ya! Dan nggak ada lagi omongan aku sadar diri, atau apa pun itu. Oke?”
Cita kembali mencebik. Kembali terharu dengan ucapan Kasih pagi ini. Bahkan, pandangannya mulai mengabur, karena Cita mendapatkan banyak cinta setelah semua yang dilaluinya.
Hot Chapters