Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Ibu menggantungkan kalimatnya, seiring dengan kedatangan seorang Ibu-Ibu yang hendak membeli kripik.
"Ibu, Via tinggal dulu. Ibu tiduran aja di sini, sebentar lagi Via balik lagi kok."
Usai menidurkan Ibu, aku berdiri berniat melihat ibu-ibu tadi apakah masih di sana atau tidak. Suaranya tak lagi terdengar, lantaran teriakan Rania mengalahkan segalanya.
"Via!" panggil Ibu.
Dia memegang tanganku. Sedangkan, aku sendiri tak sabar ingin melihat ibu-ibu tadi. Kasian, kan jika terlalu lama menunggu dia pasti pergi.