Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Niatkan dirimu untuk melayang. Pergi ke sungai terdekat.”
Joko menatap ke bawah, ke jurang tak berdasar di bawah kakinya yang melayang. Seketika, rasa takut yang primal, rasa takut akan ketinggian, mencengkeramnya. Sebuah ingatan fisik yang masih melekat kuat di jiwanya.
“Kau tidak akan jatuh, bodoh!” bentak Khodam itu, merasakan keraguan Joko. “Kau adalah jiwa! Cahaya tidak bisa jatuh! Buang rasa takut fisikmu itu! Niatkan!”