Serenade Cinta Dibawah Bintang
Beberapa pengunjung duduk santai, ada yang membaca, ada yang mendengarkan musik, dan ada pula yang seperti Luna—tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Ia memetik beberapa nada, lalu mulai menulis bait-bait baru. Tak ada beban, tak ada target. Hanya perasaan yang ingin ia ungkapkan dalam bentuk lagu.
“Langit tak selalu biru,
Tapi aku tetap berjalan.
Karena kini aku tahu,
Bukan tempat yang kutuju,
Tapi hati yang kutemukan…”
Bait itu terhenti di sana. Tapi Luna tahu, akan ada lanjutan. Mungkin tidak sekarang. Tapi suatu hari nanti, ketika waktunya tepat.
Hot Chapters