Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Phoenix Hitam di udara mengeluarkan raungan dalam bahasa langit yang tak dimengerti manusia. Tapi kini, Kevin sudah bukan manusia biasa lagi. Ia adalah jawaban bagi kehancuran. Ia adalah Naga Biru, warisan terakhir dari kekuatan yang tak mengenal kata tunduk. Udara tiba-tiba menegang, seolah alam semesta sendiri menahan napas. Kemudian, langit bergetar.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Kabut Sirna, Fajar Menyingsing

Kabut Sirna, Fajar Menyingsing

Suara Arthur menegang, “Dia di mana?” “Bu- Bu Naomi naik pesawat ke Malanga.” Malanga adalah kampung halaman Naomi. Kota kecil tempat dia tumbuh besar, yang sering dia ceritakan, “Musim kemarau dipenuhi bunga bougenville, musim hujan beraroma sedap malam.” Bahu Arthur yang semula tegang sedikit mengendur. Tanpa sadar, dia mengembuskan napas ringan.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

* * Aegir berdiri di tengah kekacauan, mengamati butiran kabut dengan mata birunya yang setenang samudra. "Begitu rupanya," gumam Aegir dingin. "Kabut ini tidak hanya mengisolasi ruang, tapi menyedot mana kita setiap kali kita bernapas. Jika kita terus bertarung membabi buta, kita semua akan mati kehabisan tenaga." Aegir mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi ke udara. "Kalau begitu, mari kita basuh tempat kotor ini!" Lingkaran sihir biru raksasa muncul berputar di langit-langit kabut.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Dia berjalan masuk ke kamar mandi, lalu bertanya sambil melewatiku, "Hari ini ke rumah sakit, ada apa?" Dia mengeluarkan pengering rambut, mencolokkan kabelnya ke listrik, lalu menekan tombol sakelar. "Untuk aborsi." Suaraku tenggelam oleh deru mesin pengering rambut. Dia selalu seperti ini, bahkan tidak menyisakan waktu bagiku untuk berbicara. Aku melirik tali kalung Ardian. Berwarna merah. Saat dia mengenakan kemeja putih, tali itu selalu membayang dari dalam.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

ucapnya merajuk. Setya dan Riri saling pandang, lalu tertawa. "Yah, salah dong. Maafin deh, tapi buat sementara Tante Uti pake yang pink dulu, ya. Nanti, kalau Kinan udah bosen pake yang warna biru itu, bisa ganti pake yang pink kek warna baju Tante Uti. Kalau yang biru itu, nanti samaan kek punya Juna juga loh," bujuk Riri.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Kekasih Di Balik Kabut

Kekasih Di Balik Kabut

Jevera Patibrata : Yang muda kudu sungkem sama yang tua. Olavius Aristide : Cari aman, @Bertrand. Darius Prabaswara : Aku menunggu artisnya nongol. Hendri : Jangan-jangan dia lagi dandan. Yoga : Pakai eye shadow ungu. Farzan : Blush on cokelat. Jevera : Lipstik biru. Olavius : Jangan lupa, pakai glitter. Darius : Bulu mata palsu 5 lapis.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Kakakku Pelakor

Mereka Bilang Kakakku Pelakor

kata Biru menarik tangan Kia. Kia menyentak tangannya dengan galak. “Astaga kamu tidak dengar kata-kata ibumu, dia ingin kamu makan dan mencari udara segar, bukan duduk diam di sini dengan wajah mengerikan seperti ini,” gerutu Biru. “Apa urusannya denganmu?” tanya Kia ketus. “Aku menyukai ibumu,” kata Biru yang membuat Kia melotot kaget. “Ckk bukan menyukai dalam artian seperti itu,” Biru menghela napas dan menatap Kia dengan muram. “Ibuku meninggal waktu aku kecil dan melihat ibumu aku seperti bersama ibuku lagi.”
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Bayang di Balik Kabut

Bayang di Balik Kabut

gumam Veyar sambil menyusuri jalan setapak yang dipenuhi lumut merah. Kalindra menatap sekeliling. “Hutan ini... sunyi, tapi terasa seperti ada yang mengawasi.” Senara menggenggam erat kalung Laras yang tergantung di dadanya. “Kita harus terus jalan. Laras... mungkin di sisi lain lembah ini.” Langkah mereka terhenti ketika tiba-tiba kabut turun—bukan kabut biasa. Warnanya abu pucat, dan suhu mendadak jatuh drastis.
781 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

tanya Nadia. Daniel mengamati satu per satu. Ada lukisan pemandangan laut Bali dengan warna biru yang dalam. Ada juga lukisan abstrak tentang cahaya kota Hamburg yang memantul di air. Namun satu lukisan membuat Daniel berhenti lebih lama. Lukisan seorang perempuan berdiri di bawah hujan, dengan pintu kayu terbuka di belakangnya. “Itu rumahmu di Ubud?” tanya Daniel.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Beberapa pengunjung duduk santai, ada yang membaca, ada yang mendengarkan musik, dan ada pula yang seperti Luna—tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia memetik beberapa nada, lalu mulai menulis bait-bait baru. Tak ada beban, tak ada target. Hanya perasaan yang ingin ia ungkapkan dalam bentuk lagu. “Langit tak selalu biru, Tapi aku tetap berjalan. Karena kini aku tahu, Bukan tempat yang kutuju, Tapi hati yang kutemukan…” Bait itu terhenti di sana. Tapi Luna tahu, akan ada lanjutan. Mungkin tidak sekarang. Tapi suatu hari nanti, ketika waktunya tepat.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai lirik lagu kabut biru
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status