Kembalilah Padaku
kataku.
“Iya, tapi kita sudah membicarakan ini jutaan kali,” jawabnya. “Astaga, Laura. Bisakah kamu fokus untuk pulih dulu? Kenapa harus memperumit semua hal ketika segalanya berjalan dengan lancar?” katanya, lalu menghampiriku lagi. “Kumohon, sayang, pikirkanlah lagi. Kita seharusnya sudah melewati fase itu, jadi lihatlah ke depan sekarang dan fokuslah pada pemulihanmu dan kesehatanmu, ya? Pada putri kita, pada pekerjaanmu, pada kita. Merekalah yang penting, ‘kan?” tambahnya, menepuk pundakku. “Berhenti memikirkan hal-hal ini, sayang. Kamu tahu, aku tidak akan tahu bagaimana aku harus hidup tanpamu,” katanya.
Sikat na Kabanata