Oleh-oleh dari Mertua
POV HARSA
Di atas tempat tidur, aku memerhatikan layar ponsel dengan nyaris tak berkedip, menatap fotoku bersama Emyr dan Safira yang diambil kemarin malam.
Kutelusuri wajah mereka pada foto itu satu per satu, bagian per bagian, bergantian dan terus bergantian. Lalu kupeluk ponsel itu selayaknya memeluk mereka.
Allah ....
Penyesalan ini teramat perih. Rindu ini sungguh menyesakkan. Sakit, Ya Allah, sakit ....
Aku menengadah, mengerjap beberapa saat, membuang butir penyesalan itu dari sudut mata yang bagai tidak pernah habis.