Takhta yang Dibayar Air Mata
Aji duduk di tepi tempat tidur, menatap wajah damai mereka saat tertidur untuk waktu yang sangat lama.
Kemudian, dia bangkit, berjalan ke meja kerja, membentangkan kertas dan menyiapkan tinta.
Dia mengangkat kuas, lalu menuliskan titah pemakzulan Permaisuri.
[Permaisuri dari Keluarga Wirasana, tidak bermoral, pencemburu dan kejam, mencelakai para selir, serta gagal menjadi ibu negara. Maka, hari ini gelarnya dicabut menjadi rakyat jelata, dipindahkan ke Istana Pengasingan, dan tidak boleh keluar hingga ajal menjemput.]
Hot Chapters