Summer Pieces
fire dengan teman-temanmu, awalnya aku tidak tahu. Aku tidak bisa memperhatikan penonton satu per satu. Lalu kudengar suara Rub di sana saat sound check. Aku berpikir monyet kecil itu pasti beramai-ramai, ia ke sana jarang sendiri. Ia meminta kami membawakan lagu baru. Aku teringat sebelumnya aku keceplosan menceritakan lagu yang sedang kugarap saat kami bertemu. Saat kami siap, aku langsung mencari-cari posisi duduknya karena ingin sekali aku memelototinya. Tapi, di sana, sebelum aku melihat Ruby, aku melihatmu. Summer yang kurindukan. Mata yang sama. Mata kita bertemu, lumayan lama kita saling berpandangan. Emosiku bergejolak. Pikiranku hanya tertuju padamu. Pertanyaan berjejalan di otakku
Hot Chapters