Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Forever Hours

Forever Hours

Ia seperti bisa merasakan kembali lembutnya kelopak-kelopak kamboja merah muda yang menyentuh telapak tangannya bersama tiupan semilir angin di bawah pohon cemara laut. Senyumnya mengembang. Kebahagiaan tiba-tiba mengusup ke dalam dadanya. Ia dapat menghirup aroma petrichor sehabis hujan di lapangan dekat rumahnya ketika malam itu mereka membicarakan tentang konsekuensi cinta.
3.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 114 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
On CEO's Bed

On CEO's Bed

“Tidak masalah, kau tahu pohon Oak juga disebut pohon malaikat. Dari seratus benih, biasanya hanya satu yang tumbuh. Dia juga tidak akan gugur meski di musim gugur sekalipun.” Alyssa menatap Assa lekat-lekat. Pria yang berdiri menjulang di sisinya itu sekarang terlihat sangat mempesona. “Apa ada banyak pohon Oak di sini?” “Tidak terlalu, hanya ada sekitar sepuluh pohon. Tumbuh secara acak, sisanya adalah pinus Heldrich, Jati dan juga Cemara.” “Kau benar-benar mengenal hutan ini dengan baik.”
1011.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 362 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Benih Yang Kau Tanam

Benih Yang Kau Tanam

ucap Rania menunjuk jambu yang ada di atasnya. "Jambunya biar Revan yang petik," jawab Revan antusias. Di rumah tempat mereka tinggal hanya ada taman kecil dengan buah-buahan yang di tanam dalam pot, jadi ukuran pohonnya pendek-pendek. Pergaulan Revan pun hanya terbatas, jadi dia tidak banyak mengenal dunia luar termasuk memanjat pohon.
1022.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 669 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Rasa malu yang luar biasa membuatku ingin menghilang saat itu juga. Dan yang lebih parah, untuk membantu melancarkannya, Jeff menyedot seperti bayi, sesekali mengeluarkan suara kecapan. “Su… sudah siap…?” Mendengar suara sedotan Jeff yang semakin jelas, aku juga merasa ada sesuatu yang keluar dari dadaku. Namun, tepat saat aku berpikir semua rasa malu ini akan berakhir, Jeff malah tidak berhenti.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 57 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

Pupil matanya menyempit, jantungnya berdegup keras. Dia mengangkat tangannya, menunjuk ke arah kalung yang tergantung di belakang meja, lalu bertanya dengan suara bergetar, "Itu ... apa?" Petugas menoleh dan menjawab, "Oh, itu produk baru kami, kalung abu kremasi. Kalau seseorang nggak ingin berpisah dari orang yang dicintai, abunya bisa dimasukkan ke dalam sana dan dibawa ke mana-mana."
61.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

"Kita sudah memasuki hutan pinus." "Oh, itu pohon pinus? Aku pikir pohon cemara," sahut Mahendra. "Bukan. Pohon pinus itu berbeda dengan pohon cemara. walaupun masuk di kelompok yang sama. Kelompok pohon konifer." "Apa konifer?" Tanpa melepas pandangan ke jalan yang mulai padat dia menjelaskan. "Kelompok pohon konifer itu tumbuhan berdaun jarum."
105.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 164 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Anugra sungguh menikmati perjalanan ini sambil duduk di samping raka yang memegang kekang kereta kuda. *** Senja telah memudar saat rombongan Raka mencapai sebuah kawasan dataran datar yang dikelilingi pohon-pohon cemara raksasa. Tempat itu dikenal dengan nama Pos Cemara—sebuah titik perhentian yang lazim digunakan oleh para pedagang, pelancong, maupun pasukan yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai penjuru. Di sana, puluhan tenda warna-warni telah berdiri. Asap tipis mengepul dari perapian, dan suara orang berbincang dalam berbagai logat terdengar mengisi udara dingin.
1012.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 314 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Batang pohon itu seketika menghitam. “Lumayan…,” lirih Azura. “Apa? Kau bilang lumayan? Kau merendahkanku?” tanya Camaro dengan emosi. “Ya tidak merendahkan juga sih. Kau memang berhasil membuat batang pohon itu hangus, tetapi pohonnya tidak tumbang,” jawab Azura. “Aku memang tidak berniat menumbangkan pohonnya tahu!” teriak Camaro.
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 78 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Gagak-gagak hitam masih berputar di atas kepala, menciptakan bayangan gelisah di atas tanah hutan yang lembap. Isolde tidak lagi sekadar berbisik; suaranya kini terdengar dari satu arah pasti, di balik kabut tebal yang menyelimuti barisan pohon cemara tua.
1031.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 810 Beses bilang lirik lagu pohon cemara
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status