The Destinable Of Light (Bahasa Indonesia)
Aku membalas senyumannya sebelum mengalihkan pandangan dan menepuk pundak Zeon sambil mengatakan, "Ayo."
Zeon membentangkan sayapnya, kemudian melesat dan menerobos kemilauan gelombang bercahaya itu. Kami menembus dimensi yang berbeda, dimana dimensi itu hanya ada cahaya yang semakin redup. Semakin dalam cahayanya semakin pudar, kami terus masuk semakin dalam, hingga tak ada lagi cahaya. Aku tak melihat apa-apa, semuanya gelap, namun dari punggung singa itu dapat kurasakan, bahwa singa itu masih melesat begitu cepat. Semua yang kualami persis seperti yang pernah kualami, hanya saja saat ini kecepatan Tungganganku berkali-kali lipat jauh lebih cepat dari sebelumnya.
Hot Chapters