Rayuan Maut Para Tetanggaku
Bahkan, suara hujan dan petir yang sedari tadi muncul dari balik dinding tipis apartemen murah ini sama sekali tidak mengganggu fokusku.
Wanita itu tampak mulai bergoyang naik turun. Benar-benar seperti yang kubayangkan jika dia ada di atasku. Dada besarnya bergelantungan, wajahnya sayu menahan nikmat, suaranya terus mendesah keenakan.
Sementara itu, aku terus mengocok batang kerasku. Sedikit lagi dia akan memuntahkan lahar panasnya.
“Ahh … enak banget sial …”