YUAN LING: DUA JIWA YANG TERIKAT
Pagi ini, mereka harus menjelaskan keributan yang terjadi, sebuah insiden yang hampir mencoreng nama baik istana.
Beberapa jam berlalu, sunyi hanya diiringi detak jam antik di sudut ruangan. Sebelum sinar mentari pertama menyentuh dinding istana yang tinggi menjulang, Yuan Ling, dengan rambut hitam legam yang terurai di bahu, sudah bangun. Sentuhan lembut sutra di kulitnya terasa menenangkan. Ia bangkit perlahan, menghindari sentuhan dingin marmer, dan berjalan menuju meja rias yang terbuat dari kayu cendana. Cermin besar memantulkan wajahnya yang cantik, namun ada bayangan kelelahan di matanya. Ia membasuh wajahnya dengan air mawar, aroma harumnya sedikit mengurangi beban pikirannya. Setela
Hot Chapters