Amorem Te Odium
Senyumku benar-benar seperti kucing ke tangkap basah, mencuri ikan.
“Anak Bunda sudah dewasa, semoga tidak salah langkah,” ucap Selvi.
“Aamiin ... semoga Bunda,” balasku.
Setelah itu aku kembali fokus sama gawaiku, apa yang harus aku lakukan. Aku mau balas atau tidak, tetapi kepalang basah, sudah terlanjur aku yang mengirim pesan.
Aku pun kembali membuka gawai itu, dan mengetikkan beberapa pesan. Lalu aku hapus lagi, beberapa kali aku coba mengirim tetapi ada perasaan canggung.
Hot Chapters