Dalam Cengkeraman Teman Malamku
Tanpa kata lagi, kemarahan mereka berubah menjadi gairah yang jauh lebih ganas dari sebelumnya.
Bukan lagi sebagai ‘teman malam’ yang saling sepakat, melainkan sebagai penguasa dan tawanannya.
Vera terengah-engah, dadanya naik turun dengan cepat. Keringat membasahi keningnya, dan otot-ototnya terasa lemas, seolah tenaganya telah dikuras habis oleh pergumulan sebelumnya. “Dante ... cukup,” rintihnya parau. “Aku ... aku capek.”