Pesugihan Kandang Bubrah
Ia mendengar suara tawa kecil, aroma kayu manis dari dapur, dan suara cicada yang dulu selalu menakutkan kini terdengar seperti nyanyian penutup.
Satu napas pelan mengiringi senyuman terakhirnya.
Dan Lila pun pergi, sepelan daun gugur yang jatuh di halaman rumah.
Di pemakaman kecil di belakang rumah, warga berkumpul. Jatinegara berdiri di samping nisan sederhana bertuliskan:
Lila — Ibu, Penjaga Cahaya
Ia menunduk, menyelipkan setangkai kenanga segar di atas tanah. Tangannya gemetar, tapi wajahnya tegar.