Rein (Shirea book 3)
Kupijat kepalanya dengan lembut agar ia tak curiga bahwa di belakangnya adalah aku.
"Maaf, kau mungkin bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini aku seperti remaja labil yang patah hati. Oh, tolong rahasiakan ini, ya? Sebenarnya ... aku memang sedang patah hati." Ia terkekeh sejenak. "Melihatmu ... aku jadi rindu masa kecilku. Begitu riangan tanpa beban. Ah, sebaiknya kau kuperingatkan, jika nanti kau dewasa dan jatuh cinta, kau tak boleh bodoh sepertiku, ya! Kau harus ingat itu!"
"Apa kau menyesal?" tanyaku, teriris atas kalimatnya.
Hot Chapters