Remember Me, BE!
Bayangan-bayangan samar tadi, tidak ada satu pun yang diingatnya, tapi dia yakin mereka adalah potongan dari masa lalunya.
Seorang remaja laki-laki, tersenyum padanya. Seandainya saja dia dapat melihat wajahnya dengan jelas, mungkin dia akan dapat mengingatnya, atau setidaknya dapat menggali kenangan apa saja yang telah terjadi di antara mereka. Diva yakin mereka memiliki hubungan yang tak biasa. Maksudnya, lebih dari pertemanan biasa. Bisa saja mereka sahabat atau mungkin saja kekasihnya. Menurutnya wajar jika dia sudah memiliki kekasih di usianya yang ketujuh belas. Usia itu sudah bukan anak-anak lagi, perasaan baru –ketertarikan pada lawan jenis– sudah mulai muncul di usia itu. Malah bany
Hot Chapters