Saat Cinta Menyerah
Kini justru dengan entengnya diberikan pada orang lain.
“Nggak usah dijelaskan,” jawabku pelan.
Yang kupikirkan hanya satu, makan malamku—mie nyemek. Aku berbalik, bertumpu pada satu kaki, melangkah ke meja untuk mengambil ponsel, memeriksa status pesananku.
“Mbak Manda, ini semua salahku. Tolong jangan marah sama Bang Zayn,” ucap Selena. Suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca nyaris menangis.
Hot Chapters