MENYESAL MENDUAKANMU
Bu Wati meminta Karin untuk duduk di sampingku dengan sedikit menyisakan jarak.
Papa meminta penghulu agar segera memulainya. Acara akad dimulai dengan doa, lalu nasehat-nasehat pernikahan. Semua khusyuk mendengarkan, tapi tidak denganku.
Raga ada di sini, tapi pikiran jauh melayang ke masa lalu. Banyak sekali yang sedang kupikirkan sampai rasanya kepala ini berdenyut nyeri. Saking fokusnya dengan lamunan, aku sampai tidak sadar saat penghulu meminta untuk memulai ijab kabul. Hingga akhirnya, colekan Papa di lengan membuatku tersadar dari lamunan.