Surga yang Telah Retak
“Nggak usah mempermainkan kata sumpah, Mas. Berbahaya. Yasudah, nanti kalau sudah transfer berkabar. Saya mau kembali ke anak-anak dulu.”
“Tidak bisakah kita seperti ini barang sesaat, Dek? Bercengkerama berdua, mencurahkan isi hati kita seperti dulu. Lagian anak-anak kan sudah besar. Mereka tidak perlu diawasi. Mas kangen sama kamu. Mas kepingin menghabiskan waktu berdua sama kamu. Mas merindukan masa-masa indah saat kita bersama mengarungi bahtera cinta. Mas ingin mengulanginya kembali, sebab tanpa kamu ternyata Mas bukan siapa-siapa dan tidak bisa menjadi apa-apa. Hidup Mas hancur secara perlahan. Semua yang Mas miliki pelan-pelan hilang, begitu juga dengan matan hidup Mas yang perlahan m
Bab Populer