Dari Budak Menjadi Bencana
Setiap tangan memegang dengan kekuatan yang lahir dari keputusasaan dan kemarahan jiwa-jiwa yang telah menderita.
"Ini adalah mereka," jawabku, suaraku bergema dengan harmoni yang aneh—aku dan ribuan lainnya berbicara bersamaan. "Mereka yang mati. Mereka yang dilupakan. Mereka yang kami bawa."
Aku bangkit berdiri, merasakan energi mengalir melalui tubuhku dengan cara yang baru. Ini bukan lagi hanya aku yang mengendalikan "Bibit"—kami sekarang benar-benar menjadi kolektif, satu entitas dengan ribuan suara yang bergerak dalam harmoni yang menakutkan.