LANGIT penuh MELODY
jawab Melody sedikit malu, tapi berusaha biasa saja, “kenapa nggak membangunkanku?”
“Kamu terlihat lelah, dan aku tidak ingin membangunkanmu,” jawabnya duduk di samping Melody, “apa masih sakit?”
“Oohh, tentu masih sakit. Nggak ingat kamu memasuki diriku berapa kali semalam,” ujar Melody minum teh hangat.
“Kamu yang menantangku lebih dulu,” sahut Langit mengingatkan.
“Iya, sih. Nggak apa-apa, kita bisa melakukannya nanti lagi,” jawab Melody membuka mulutnya.
Hot Chapters