Wiro sang Penakluk
"Aku ingin kamu di atasku. Aku ingin kita saling memandang, saling mencium, dan merasakan setiap sentuhan. Aku ingin kita tidur dalam pelukan ini."
Wiro tersenyum. Ia mengerti keinginan Sonya. Setelah badai gairah yang begitu dahsyat, Sonya membutuhkan ketenangan, keintiman, dan koneksi yang hanya bisa diberikan oleh posisi misionaris. Ia naik ke atas Sonya, memposisikan dirinya dengan lembut. Kontolnya yang kini sudah bersih dan mengeras kembali, menekan perut Sonya. Sonya mengangkat kedua kakinya, melingkarkannya di pinggang Wiro, mengunci pemuda itu dalam pelukannya. Memeknya yang kini terasa lebih segar, masih basah dan hangat, menyambut kontol Wiro.