Ibu, Aku Mau Ayah
"Aku wanita penuh dosa di hadapan-Mu. Karena kebodohan yang pernah aku lakukan. Tapi aku juga tahu, Kau Maha Pengampun bagi umat-Mu yang mau bertobat.
"Aku menyerahkan hidup pada-Mu. Felicia, Kau yang memberikannya bagiku. Aku menyesali semua dosaku, tapi aku bersyukur buat putri istimewa yang Kau anugerahkan. Jika boleh, jika Kau pandang baik, dengar doa putriku. Kirimkan pria yang baik untuk menjadi ayah baginya, yang sayang Cia dan juga aku."
Usai mengucapkan itu, Adisti menangis. Dia meletakkan kepala di atas meja. Rasa tidak pantas, tidak berarti, dan tidak berguna mulai lagi membuat ciut hati Adisti. Dia pasrah. Dia berserah.
Bab Populer