Gairah Anak Sahabatku
Perasaan yang hangat dan geli ini menjalar dari bibir, lalu menyebar ke seluruh tubuh, seolah setiap sel dalam diriku ikut bergemuruh.
Marven jadi semakin berani. Dia membuka gigiku dengan lidahnya dan memperdalam ciuman itu. Ruang tamu itu dipenuhi dengan suara desahan yang intim.
Sekujur tubuhku bergetar hebat, dadaku bergerak naik-turun. Marven meremas payudaraku dengan kuat. Aku disiksanya hingga hampir kehabisan napas.
Kemudian, Marven memelukku dengan erat dan menopang bokongku, lalu menggendongku ke arah sofa. Perasaan bersalah dan marah karena anakku perlahan berubah menjadi hangat karena tindakan Marven.