ANESTESI RINDU
"Aku memang berubah menjadi orang yang licik, agar bisa mendapatkan apa yang aku mau, Mas."
Malam itu, di dalam kamar yang kedap suara, sebuah sandiwara panas dimainkan. Devan terpaksa menyerahkan raganya pada wanita yang paling ia benci, demi menyelamatkan jiwa wanita yang paling ia cintai.
***
"Ada apa dengan bibirmu?" tanya Aurel saat melihat Farel yang baru saja tiba di rumah mereka.
Farel terus berjalan angkuh menuju lantai dua, mengabaikan Aurel yang telah menunggunya sejak dua jam lalu.
Hot Chapters