Shadow of The Past
Dia menatap Hiroki lekat-lekat, ingin membuatnya mengerti.
“Aku sudah menjelaskannya, Hiro. Karier yang kutempuh bukan sekadar karier. It’s part of my life, something that made me the way i am. Something i could proud of. Apakah dengan mencintai seseorang maka aku perlu menghilangkan jati diriku sendiri? Menjadi orang lain yang bukan aku?” Tenggorokannya mulai terasa sakit, menahan ganjalan kecewa. “Haruskah aku menekan emosiku yang sebenarnya, membatasi keinginanku untuk berekspresi, dan hidup sesuai keinginan pasanganku semata? Love isn’t about losing yourself and give in to someone else.”
“Tapi, bukankah dulu kau seperti itu?” tanya Hiroki, bernada kaku. “You were losing yourself and gave