Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
"Coba saja, lukisanmu pantas untuk dilihat lebih banyak orang."
Malam itu, aku mengambil kembali kuas yang sudah lama kusimpan.
Di atas kanvas, perlahan-lahan muncul permukaan laut yang tenang. Langit menyambut cahaya fajar pertama, air berkilauan memantulkan bayanganku sendiri.
Ketika menyelesaikan goresan terakhir, aku tiba-tiba menyadari. Lukisan ini bukan untuk dia, bukan juga untuk siapa pun. Lukisan ini untuk diriku sendiri.