Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat
Setiap gerakan dan kata-kata Heri selalu dipenuhi dengan kelembutan, seolah-olah ia ingin memastikan bahwa dirinya selalu merasa dicintai dan dihargai.
Lia mengangguk pelan, "Terima kasih, Bang. Kamu selalu tahu bagaimana membuatku merasa istimewa," ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di dada Heri, mendengar detak jantungnya yang stabil.
Heri membelai rambut Lia dengan penuh kasih. "Aku hanya ingin melihatmu bahagia, Lu," katanya dengan suara lembut.