Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Tapi apa? "Do'akan aku supaya cepat nyusul, Ris," ucap Indah sambil mengedipkan matanya, menarik perhatianku dari Haidar yang sudah menghilang entah ke mana. "Aku juga dong ... pengen juga calon suami yang seperti Bang Luqman," timpal Susan langsung disambut riuh ledekan dari Indah dan Jihan. "Bang Luqman itu limited edition. Mungkin bisa diitung sama jari di dunia ini," ucap Indah.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Hingga Kak Loli bergerak untuk memperbaiki posisi duduknya. "Buat apa cantik, tapi bermetamorfosis mau jadi bibit pelakor Kak, Nur. Menggoda lakik orang, cuih. Najis!" Mulut Kak Loli semakin menjadi-jadi tipisnya. Terlihat dari sorot matanya itu, dia begitu kesal padaku. Mungkin karena lakiknya mau kupinjem. Hihihi. Aku pun tak sudi memungut mantan, kecuali mantannya Bae Suzy, siapa lagi kalau bukan Bang, Lee Min Ho. Uuu ... guemmes. Muach, muach.
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

ucapnya bangga Mira menatap terkejud saat melihat penampilannya di kaca “ apa itu aku ?” ucap Mira terkejut saat melihat dirinya yang sangat berbeda, dengan mata terbelalak Mira menatap Lily kemudian melihat dirinya dikaca itu membuatnya menggeram kesal saat melihat bibirnya yang sangat Merah sepeti tante-tante dan lihat alisnya seperti pemeran antagonis di film-film batinya
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong. "Ai..." Sapa Aska. "Iya, ada apa As?" Tanya Aini bingung. "Maaf soal cake tadi, kamu mau cake rasa apa biar nanti aku antar kerumah!!" "Nggak perlu Aska, Mama sudah buat cake untuk aku," Tolak Aini. "Minggir minggir, tongkrongan Lo itu disana," usir Rama "Bener, tongkrongan Lo itu bareng anak-anak yang terkenal akan kekayaannya tetapi sombong," sambung Reza menimpali ucapan Rama.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Banggg Banggg Banggg Liu Shin melesatkan bola-bola energi api naga, tetapi dapat di tepis oleh Pemimpin Assasin. Bola-bola energi itu melesat kesana kemari menghancurkan apapun yang di kenai. Bukit tempat Mereka bertempur menjadi porak poranda, penuh dengan api dan asap yang mengepul dimana-mana. Wussshhh Pemimpin Assassin tidak sabar dan mengeluarkan aura hitam kemerahan yang begitu mengerikan.
9.5399.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.0K kali sebagai lu asik bang
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kurnia Novendra
mau nanya bos,.padahal saya sudah baca legenda pendekar pedang Liu Shin ini udh sampai Liu shin ikut pertandingan di kerajaan shung setelah dia mengobati racun kalajengking hitam,.kok sekarang balik ke awal lagi,.!?mohon dilanjtkan seperti semula lagi bos,.Liu Shin ikut pertandingan yg ke 4,.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

Lee Gon berteriak begitu melihat Bai Lu mendorong tubuh Asahi hingga tersungkur jauh. “Batu merah suci. Semua gumiho, bahkan para roh jahat penghuni alam semesta ini ingin sekali mendapatkannya. Apa kalian tidak sadar, kalian itu incaran para gumiho. Mereka semua ingin membunuh kalian, terutama dirimu!” Asahi menunjuk wajah Bai Lu dengan menggunakan tongkat sakti miliknya. Ling Fei mendekati Lee Gon dan setengah berbisik padanya. “Jangan macam-macam padanya, Gon~ah. Itu tidak akan ada gunanya.”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Pendekar Dari Lembah Hitam

Pendekar Dari Lembah Hitam

sahut Luang. "Tidak dia berbeda, aku hanya menguasai elemen air, api, angin dan tanah tapi dia menguasai keempatnya di tambah kayu bahkan gunung itu sendiri," ucap Ash. "Apa kamu yakin bisa membunuhnya? Apa membutuhkan bantuan ku?" Tanya Luang. "Heeeeh, aku tentu saja bisa membunuhnya tidak peduli seberapa banyak keahliannya, untuk kali ini kamu bisa diam di dalam aku sendiri akan berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkannya," ucap Saga.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Perisai Dewa Tak Tertembus

Perisai Dewa Tak Tertembus

Si Botak menjawab santai. "Siapa yang nyuruh kalian?" Lucas bertanya lagi. "Gak tahu, cuma diperkenalin sama Boni." Si Botak mulai kelihatan kesal. "Boni itu siapa?" Lucas kembali bertanya. "Astaga! Kamu ini kenapa banyak banget nanya sih? Kalau kamu masih tanya-tanya lagi, aku tembak kamu sekarang!" Si Botak mendadak marah besar. Kata-katanya keras dan kasar. "Oh, oke deh. Tapi tenang aja, sekarang gak ada yang boleh gerak. Kalau berani gerak, aku yang tembak duluan," kata Lucas santai sambil tiba-tiba mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke kepala Si Botak.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Goda Dika. “Belum. . . Belum siap mental,” jawab Selin. Dika mendekat dan menepuk bahunya. “Santai. Kalau cowoknya aneh, Kakak tandain pake garpu.” “Kak! Kita mau ketemu keluarga orang, bukan ngajakin duel gladiator.” “Kakak cuma tandain, bukan tusuk.” Jawab Dika dengan santainya. Selin mengelus dada. “Demi apa sih keluarga begini…”
10712 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

“Jangan asal bicara! Tuan muda Charles bukan pengangguran yang punya waktu berbohong pada kita. Lagi pula, kamu dengar dari mana kalau dia bisa melihat? Apa kamu yakin itu dia??” “Dia berdiri di samping Bintang! Siapa lagi kalau bukan dia? Wajahnya juga sama dengan foto yang kamu kirim ke aku. Ibu, kamu tega! Harusnya aku yang berdiri di sana!” Hati Luna sangat sakit. Bintang, adiknya, ternyata memiliki kehidupan yang baik. Suaminya tampan, kaya, pemilik perusahaan. Dilihat dari latar foto, mereka sedang menghadiri pesta besar.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lu asik bang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status