KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Bang, kita makan dulu, ya. Aku lapar,“ katanya.
“Oke.“ Lagi-lagi Aric menjawab singkat.
“Kali ini ke resto Korea aja, Bang. Aku lagi pengen makan tobboki,“ ujar Liinata.
“Oke.“
“Kok cuma oke-oke saja sih, Bang?“ protes Liinata.
“Terus aku harus bilang apa?“ Aric melirik Liinata sekilas. Membuat gadis itu melipat tangannya di dada dengan air muka keruh.
“Ya apa lah, Bang. Yang agak panjang jawabannya,“ katanya.
“Sorry, Liin. Tapi kamu tau sendiri kan kalau aku memang seperti ini?“ ujar Aric.
“Iya, aku tahu. Tapi—“
“Kalau kamu protes terus, lebih baik kita pulang sama, Liin.“
Sikat na Kabanata